Kota Metropolitan Pringsewu

PRINGSEWUDefinisi kawasan metorpolitan yang relevan dalam konteks negara Indonesia,yaitu berdasarkan Undang-Undang Tahun 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Undang-Undang tersebut mendefinisikan kawasan metropolitan sebagai kawasan perkotaan yang terdiri atas sebuah kawasan perkotaan yang berdiri sendiri atau kawasan perkotaan inti dengan kawasan perkotaan di sekitarnya yang saling memiliki keterkaitan fungsional yang dihubungkan dengan sistem jaringan prasarana wilayah yang terintegrasi dengan jumlah penduduk secara keseluruhan sekurang-kurangnya 1.000.000 (satu juta) jiwa.

Secara umum, metropolitan dapat juga didefinisikan sebagai suatu pusat permukiman besar yang terdiri dari satu kota besar dan be20171231_104522berapa kawasan yangberada di sekitarnya dengan satu atau lebih kota besar melayani sebagai titik hubung (hub) dengan kotakota di sekitarnya tersebut. Suatu kawasan metropolitan merupakan aglomerasi dari beberapa kawasan permukiman, tidak harus kawasan permukiman yang bersifat kota, namun secara keseluruhan membentuk suatu kesatuan dalam aktivitas bersifat kota dan bermuara pada pusat (kota besar yang merupakan inti) yang dapat dilihat dari aliran tenaga kerja dan aktivitas komersial.

Menurut Goheen (dalam Bourne ed. 1971), Kota/ Distrik. Metropolitan adalah kawasan perkotaan dengan karakteristik penduduk yang menonjol dibandingkan dengan penduduk pedesaan di sekitarnya. Istilah ini digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih tepat mengenai besaran dan konsentrasi penduduk dalam wilayah yang luas, yang selanjutnya dapat menunjukkan besaran pusat-pusat permukiman yang utama di satu wilayah/negara. Secara umum, kawasan metropolitan dapat didefinisikan sebagai satu kawasan dengan konsentrasi penduduk yang besar, dengan kesatuan ekonomi dan sosial yang terpadu dan mencirikan aktivitas kota.

Kawasan Metropolitan Pringsewu sendiri, terdiri atas Pringsewu sebagai kota utama, Gedong Tataan, Kalirejo, Talang Padang, dan Gisting sebagai kota/wilayah berkembang disekitarnya. Pringsewu sendiri juga memiliki kota-kota kecil disekitarnya yang kemajuannya sangat pesat dibandingkan wilayah disekitarnya, kota tersebut meliputi Gadingrejo, Sukoharjo, Ambarawa, Pardasuka, serta Pagelaran. Kemajuan diseluruh bidang sangat terlihat di wilayah tersebut, terutama tingkat perekonomian yang semakin maju dan berdaya saing. Jumlah Penduduk Pringsewu secara keseluruhan sekitar 450.000 jiwa, Gedong Tataan sekitar 86.000 jiwa, Kalirejo 65.000 jiwa, Talang Padang 43.000 jiwa, serta Gisting 38.000 jiwa.

Total penduduk di Kawasan Metropolitan PringTataKaPaS (Pringsewu, Gedong Tataan, Kalirejo, Talang Padang, Gisting) sekitar 682.000 jiwa pada malam hari. Jumlah tersebut dapat meningkat secara singnifikan pada siang hari menjadi diatas 1.000.000 Jiwa disebabkan oleh banyak masyarakat disekitar wilayah Pringtatakapas yang bekerja, bersekolah, atau sekedar menabung di bank. Wilayah utama Pringsewu banyak didatangi para pelajar dan mahasiswa untuk menuntu ilmu di Kota Pendidikan ini, tidak hanya itu banyak juga yang berkerja baik di sektor formal maupun non formal, tidak sampai disitu, juga banyak warga yang berobat di rumah sakit-rumah sakit yang berada di Pringsewu.

Wilayah lainnya yang banyak didatangi warga sekitarnya yaitu Gadingrejo, tidak hanya yang datang dari Gedong Tataan, juga berasal dari Way Lima, Padang Cermin, Kedondong, Negeri Katon juga banyak yang ke Gadingrejo. Tujuan utama mereka selain sekolah atau kuliah, juga untuk bekerja. Ambarawa dan Pardasuka juga banyak dikunjungi warga daerah sekitarnya seperti Bulok, Limau, Padang Cermin, Kedondong, Cukuh Balak, utamanya untuk bersekolah dan berdagang. Wilayah Sukoharjo juga banyak didatangi warga sekitarnya seperti dari Sendang Agung, Kalirejo, Negeri Katon, utamanya untuk bersekolah dan berdagang. Wilayah Pagelaran juga tidak luput banyak didatangi warga luar daerah seperti Talang Padang, Pugung, Air Naningan, Pulau Panggung, Ulu Belu, Semaka utamanya untuk bersekolah dan berdagang.

Wilayah luar Pringsewu, seperti Gisting juga banyak didatangi warga luar daerah yakni Sumberejo, Air Naningan, Gunung Alip, Kota Agung, serta Wonosobo, utamanya untuk berdagang. Talang Padang juga begitu didatangi warga dari Pugung, Gunung Alip, Air Naningan, Pulau Panggung, serta Ulu Belu. Wilayah Kalirejo tidak kalah ramai dibanding Sukoharjo, pendatangnya berasal dari Sendang Agung, Bangunrejo dan sekitarnya. Gedong Tataan banyak dikunjungi oleh warga Kedondong, Negeri Katon, Padang Cermin, Way Lima, serta Bandar Lampung.

Kawasan Terpadu PRINGTATAKAPAS diproyeksikan dalam 3 tahun kedepan akan sangat maju dan berdaya saing. Hal tersebut didukung dengan perkembangan wilayah yang sangat pesat dari mulai Gisting hingga Gadingrejo, serta dari mulai Kalirejo hingga Pardasuka. Perkembangan perumahan baru di wilayah Pringsewu, Gadingrejo, serta Gedong Tataan juga akan menambah pilihan hunian baru yang lebih tertata dengan harga yang bersaing disetiap wilayahnya. Nilai investasi di wilayah Metropolitan Pringsewu tentunya akan semakin meningkat, hal ini akan semakin cepat apabila pembangunan infrastruktur diwilayah tersebut dapat cepat juga teralisasi. (POJOK NASIONAL)

Iklan

Semarak 17 Agustus di Pagelaran

PAGELARAN – Pelajar di seluruh Pagelaran disaat bulan Agustus, merupakan bulan yang padat dengan agenda perlombaan di tingkat kecamatan. Perlombaan tersebut beraneka ragam, misalnya lomba gerak jalan. Lomba ini diselenggarakan pada 12 Agustus 2017. Pusat Kota Pagelaran menjadi tempat starnya, tepatnya di traffic light Pasar Pagelaran. Seluruh tim melakukan start di tempat tersebut, dengan finish di Yadika Pagelaran.

SPENSAPA

Lomba gerak jalan ini tidak hanya diikuti oleh kalangan pelajar, juga diikuti oleh kalangan masyarakat umum, seperti ibu-ibu PKK di dusunnya masing-masing yang mengirimkan timnya untuk perlombaan tersebut. Antusias baik pelajar maupun masyarakat umum sangar tinggi, hal ini dapat terlihat dengan ramai dan semangatnya para peserta diiringi beragam yel-yel sepanjang 3,3 Km lintasan perlombaan ini. (POJOK PENDIDIKAN PAGELARAN)

Mie Arto Moro Gumukmas

GUMUKMASFood Court adalah sebuah tempat makan yang terdiri atas gerai-gerai (counters) makanan yang menawarkan aneka menu yang variatif. Lokasi ini menjadi favorit para penjaja kuliner. Pemilihan lokasi yang strategis adalah syarat mutlak agar lokasi ini dapat ramai dikunjungi. Keragaman jenis makanan yang disediakan di kafe-kafe menjadi daya tarik tersediri oleh para pelancong untuk sekedar mencoba atau kembali lagi menikmati jajanan yang sebelumnya telah dicoba. Gumukmas sebagai salah satu pusat pendidikan di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu menjadi lokasi yang tepat pengembangan pusat makanan, hal ini disebabkan oleh banyaknya pelajar yang ada dilokasi tersebut dari mulai pagi hingga menjelang sore hari.

Mie Arto Moro Gumukmas

Mie Arto Moro adalah salah satu dari sekian banyak Kafe yang berjajar di area Food Court Gumukmas. Kafe ini menyajikan beragam olahan mie yang mampu menggugah selera. Menu yang ditawarkan kafe ini meliputi mie pangsit, bihun ayam, bihun goreng, mie goreng, mie goreng, nasi goreng, serta kwetiau goreng. Kafe ini tidak hanya menyajikan makanan, juga beserta minumannya seperti es teh manis, es jeruk, jus mangga, jus alpukat, jus melon, kopi item, serta kopi susu. Harga makanannya di bandrol sebesar Rp 10.000 hingga Rp 12.000 sedangkan minuman dibandrol mulai Rp. 3.000 hingga Rp. 7.000. Harga yang masih sangat terjangkau untuk sekedar menikmati suasana malam di Gumukmas, yang kononnya warga sekitar dahulunya banyak menyimpan emas dari hasil menanam tembakau di lahannya. (Pojok Wirausaha Pagelaran)

D’NGININ ES KRIM KAFE GUMUKMAS

GUMUKMASEs krim adalah sebuah makanan beku dibuat dari produk susu seperti krim (atau sejenisnya), digabungkan dengan perasa dan pemanis. Campuran ini didinginkan dengan mengaduk sambil mengurangi suhunya untuk mencegah pembentukan kristal es besar. Es krim saat ini tidak hanya digemari oleh kalangan anak-anak, juga dewasa bahkan orang tua. Tekstur yang lembut dan pilihan beragam rasa menjadi salah satu alasan jenis jajanan ini masih tetap digemari.

D NGIN KAFE

D’NGININ Kafe merupakan salah satu dari deretan kafe yang berada di pusat pendidikan Yadika Pagelaran. Kafe ini menyajikan beragam rasa es krim yang tentunya nikmat. Es krim yang ditawarkan meliputi es krim cone, es krim sandae, milk shake, ovaltine, serta fanta/cola float. Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau, mulai dari Rp. 3.000 hingga Rp. 12.000 untuk ukuran besar/large. Penambahan es krim float dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 2.000 dan Rp. 1.000 untuk penambahan setiap jenis toping. Kafe normal berbuka pada pukul 10.00-21.00 WIB. Bagi anda yang sedang berpuasa, menu tambahan ini dapat anda dapatkan menjelang berbuka. (Pojok Wirausaha Pagelaran)

 

Pagelaran Incaran Investasi di Barat Pringsewu

PAGELARAN – Rumah toko adalah properti komersial yang saat ini cukup menjanjikan untuk dijadikan investasi. Permintaan akan ruko tergolong tinggi, terutama pada kawasan industri, perdagangan, bisnis, dan hiburan. Pagelaran adalah salah satu dari beberapa wilayah di Pringsewu yang memiliki perkembangan pesat di bidang ekonomi. Wilayah Pagelaran yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tanggamus menjadi daya tarik tersendiri untuk mengembangkan investasi. Kondisi transportasi dan jalan lintas yang sangat baik menjadi pertimbangan utama Pagelaran mampu berdaya saing tinggi untuk dikembangkan menjadi kota jasa.

IMG_20170521_164247_1

Perkembangan jumlah ruko per Mei 2017 di Pagelaran sangatlah pesat. Sepanjang jalan utama di Pagelaran dimulai dari Kompleks Pertokoan Pagelaran 2 yang berada di sisi kiri jalan dari arah Tanggamus hingga wilayah Ganjaran, deretan ruko baru siap dibuka. Jajaran ruko tersebut sangat prospektif untuk digunakan sebagai pertokoan baik berupa Bank Cabang, Restoran, Dealer Motor, hingga Kafe-Kafe yang dapat buka selama 24 jam. Hal ini didukung dengan jalan utama di Pagelaran yang merupakan jalan lintas barat sumatera sehingga kendaraan setiap menitnya melintas, menjadikan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai daerah investasi baru di bagian barat Pringsewu (Pojok Bisnis).

Menelisik Martabak Legendaris di Pagelaran

PASAR PAGELARAN – Martabak adalah olahan makanan yang terdiri atas campuran tepung terigu dan telur sebagai adonan utama. Martabak di Indonesia terbagi menjadi dua jenis yaitu, martabak manis dan martabak asin/telur. Martabak asin/telur agak sedikit berbeda dari bahan utamanya, telur menjadi bahan utama dari martabak ini. Martabak di Indonesia, saat ini sudah terdapat banyak jenis varian rasa, dari mulai manis, keju dan berbagai paduan rasa yang dapat menggugah selerah penikmatnya.

IMG_20170521_074523_1

Martabak di Pagelaran, tepatnya di Pasar Pagelaran, sedikit berbeda dengan martabak di daerah lain. Martabak di daerah lain umumnya tersedia pada malam hari namun, di sini anda dapat menikmatinya di waktu pagi hingga siang hari. Hal tersebut disebabkan oleh jadwal buka pasar yang dimulai sejak pagi hingga siang hari. Pasar Pagelaran sendiri saat ini hanya buka pada hari dan kamis saja, semoga kedepannya dapat buka setiap hari. Martabak yang terdapat di pasar ini sudah tidak asing lagi bagi penikmatnya.

Mas Iwan adalah owner dari martabak yang melegenda ini, di mulai sejak tahun 1997, beliau telah menggeluti di usaha permartabakan. Beliau sebelum 1997, memulai usahanya dari membantu orang tuanya berjualan martabak. Mulai tahun 1997 itulah martabak di Pasar Pagelaran, ia geluti. Harga yang sangat terjangkau dan rasa yang nikmat menjadi alasan utama martabak buatan Mas Iwan dapat bertahan sampai sekarang. Anda dapat menikmati kelezatan martabak buatan Mas Iwan hanya dengan merogok kocek Rp. 5000 saja. “Saya berjualan martabak setiap Kamis dan Minggu, hanya di Pasar Pagelaran” tuturnya. Pasar Pagelaran adalah satu-satunya tempat berjualan beliau, kata Pria yang tinggal di Gadingrejo tersebut (Pojok Bisnis Pagelaran).

Lowongan PT NSC Finance Pagelaran

KARIR PAGELARAN

Dibutuhkan Tenaga Kerja Marketing Eksekutive (Salesman/Sales Girl), untuk penjualan motor honda dan pinjaman dana BPKB Motor, PT NSC Finance Pagelaran.

nsc-pagelaran

lowongan-kerja-pagelaran-pringsewu

Persyaratan:

  1. Pria/Wanita Usia Minimal 18 Tahun (sudah ada KTP)
  2. Ijazah minimal SMP
  3. Mampu bekerjasama secara tim

Fasilitas:

  1. Gaji
  2. Komisi
  3. Insentive/Reward

Antar lamaran anda ke kantor cabang kami yang beralamat di Jalan Raya Patoman No 375 Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu.

Kontak: 0811 2676 772/0821 8132 4278/0858 4018 1995

Wajah Baru Puskesmas Rawat Jalan Pagelaran

PAGELARAN – Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Hal tersebut dengan kata lain Puskesmas mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah kerjanya (Depkes RI 2002). Rawat jalan adalah pelayanan pengobatan di fasilitas pelayanan kesehatan dengan tidak harus menginap di fasilitas pelayanan kesehatan tersebut baik di dalam gedung dan di luar gedung.

puskesmas-rawat-jalan-pagelaran

Bidang kesehatan di Pagelaran mulai berbenah, Puskesmas Rawat Jalan yang telah lama ditinggalkan dan berpindah pelayanan di Puskesmas Rawat Inap Pagelaran yang berada di depan SDN 1 Panutan yang merupakan lokasi baru. Puskesmas Rawat Jalan yang berlokasi di simpang tiga Pasar Pagelaran, atau tepatnya di Jalan Kesehatan Patoman III, kini telah berganti wajah menjadi salah satu tempat pelayanan kesehatan yang terlihat nyaman dan megah. Puskesmas tersebut kini dilengkapi dengan 13 kamar perawatan yang seluruhnya merupakan hasil rehabilitasi menggunakan dana APBD Kabupaten Pringsewu yang bernilai Rp. 650.000.000.

Rehabilitasi Puskesmas Rawat Jalan Pagelaran dilaksanakan oleh CV. Fajar Indah Makmur, selaku pemenang tender lelang rehabilitasi puskesmas tersebut. Puskesmas saat ini telah memasuki tahap penyelesaian dan segera akan diresmikan yang kemudian akan dioperasikan kembali sebagai fasilitas umum yang ada di Pagelaran. Letak Puskesmas yang strategis ini dimanfaatkan oleh masyarakat Pagelaran yang akan berobat. Puskesmas ini dapat dijangkau oleh Angkot berwarna biru muda jurusan atau Trayek Pagelaran-Pringsewu dan Trayek Pagelaran-Talang Padang. Lokasi yang tepat disisi jalan lintas barat sumatera, memungkinkan optimalisasi pelayanan yang ada di fasilitas kesehatan tersebut (Pojok Kesehatan).

Menilai Kompleks Baru GSG Pagelaran

PAGELARAN – Kompleks adalah suatu kesatuan yang terdiri dari sejumlah bagian, khususnya yang memiliki bagian yang saling berhubungan dan saling tergantung. Kompleks dapat merujuk pada gabungan beberapa bangunan dalam suatu wilayah. Pemilihan letak bangunan baik berupa komersil maupun non komersil sangat tergantung dari letak sebuah lokasi yang ditinjau dari berbagai aspek seperti sosial, budaya, ekonomi, tingkat pendidikan dan masih banyak lainnya. Ketepatan pemilihan kompleks akan mempengaruhi daya tarik dari sebuah bangunan yang telah dibangun tersebut.

gsg-pagelaran-foto-by-ranifa-cindona
 

Sumber Foto: Ranifa Cindona

 

GSG Pagelaran yang baru saja selesai dibangun untuk menggantikan GSG Pagelaran yang lama, disebabkan oleh penghapusan aset GSG yang berada di depan Pasar Pagelaran yang akan diganti menjadi sebuah Terminal bertipe C. GSG Pagelaran yang baru tersebut dibangun dengan menghabiskan dana senilai Rp 2,4 miliyar yang dikerjakan oleh PT. Tiga Jaya Kencana dan pembangunan diawasi oleh CV View Consultant. GSG Baru ini terletak di Kompleks Pemerintahan dan Pendidikan Pagelaran, dalam kompleks tersebut terdapat Kantor Kelurahan Pagelaran, Kantor Urusan Agama (KUA) Pagelaran, TK Dharmawanita Pagelaran, serta SD Negeri 1 Pagelaran.

Pembangunan di lokasi tersebut tentu sudah dilakukan peninjauan letak lokasi yang dekat dengan beberapa bangunan pemerintahan, perumahan masyarakat, serta Pasar Pagelaran. Kompleks lokasi ini yang perlu diperbaiki yakni kondisi gedung Kelurahan Pagelaran, petunjuk arah yang berada di depan gang, agar memudahkan masyarakat mengetahui isi bangunan dalam kompleks tersebut. Pemberian tersebut agar GSG dapat digunakan tidak hanya oleh pemerintah, juga masyarakat, bahkan pihak swasta, untuk kegiatan-kegiatan yang memerlukan ruangan luas.

Pendidikan yang berada di kompleks ini, khususnya SD perlu dilakukan perombakan terhadap kualitas SD Negeri 1 Pagelaran juga sangat diperlukan, sekolah ini per data 2016 hanya memiliki siswa 63 siswa, hal tersebut disebabkan kualitas sekolah yang kurang, pembinaan peserta didik yang kurang, serta cara pembelajaran yang dinilai kalah dengan sekolah-sekolah sejenis yang berada di sekitarnya. Perombakan dewan guru secara menyeluruh menjadi keharusan yang harus dilakukan agar sekolah yang memiliki lokasi strategis ini dapat meningkat secara mutu baik siswa maupun pendidik, berbeda dengan TK Dharmawanita yang merupakan salah satu Taman Kanak-Kanak primadona masyarakat. Hal tersebut disebabkan kualitas serta cara mendidik yang dinilai baik hingga sangat baik, menjadikan sekolah rujukan para orang tua murid (Pojok Strategis Pagelaran).

Pringsewu Terima Anugerah Dana Rakca di Istana Negara

PRINGSEWU – Anugerah Dana Rakca 2016 merupakan penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat atas capaian daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota yang diindikasikan dalam beberapa poin, yakni pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik yang baik, penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hingga pemanfaatan APBD secara optimal dan ketepatan waktu penetapan APBD.

penganugerahan-pringsewu

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Darmin Nasution, memberikan apresiasi dan selamat kepada para kepala daerah penerima penghargaan. Penghargaan dan reward DID diharapkannya memberikan motivasi dan memberikan inspirasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja demi kesejahteraan masyarakat.

“Saya memberikan selamat kepada yang memperoleh penghargaan, mari kita semua meningkatkan kinerja demi kesejahteraan masyarakat, ” ucapnya.

Lebih lanjut Darmin Nasution menyampaikan peranan pemerintah daerah dalam pembangunan dan menggerak perekonomian di daerah. Pemerintah didorong untuk melibatkan peran swasta dengan mengundang investasi, mengkombinasikan keduanya. Memilih apa yang seyogyanya dikerjakan pemerintah daerah dan apa yang sebaiknya dengan mengundang swasta.

“Jangan paksakan menggunakan dana APBD yang besar besar kepada kegiatan yang sebetulnya swasta tertarik. Kombinasikan itu sehingga ada dampak yang optimal dari APBD,” tandasnya.

Pemberian penghargaan tersebut dilaksanakan di dua lokasi, yaitu penyerahan secara simbolis oleh Presiden RI Joko Widodo kepada 10 kepala daerah dilakukan di Istana Negara dan penyerahan penghargaan kepada 73 kepala daerah oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dipusatkan di Gedung Dhanapala. Pringsewu mendapat kehormatan 1 dari 10 Daerah yang diundang ke Istana Negara. Penyerahan dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bertempat di Istana Negara pada hari Rabu (7/12/2016). Pringsewu berhak menerima Dana Intensif Daerah (DID) yang besarnya sekitar  Rp 50 miliar.

Tahun ini, pemerintah pusat memberikan Anugerah Dana Rakca kepada enam pemerintah provinsi dan 30 kabupaten/kota se-Indonesia yang diterima oleh Kabupaten Pringsewu, Morowali, Pidie Jaya, Sukoharjo, Buleleng, Karanganyar, Kotawaringin Barat, Aceh Tengah, Bener Meriah, Ciamis, Kepulauan Yapen, Pulang Pisau, Pati, Sabang, Bone, Halmahera Selatan, Klaten, Maluku Tenggara, Lombok Barat, dan Jembrana (Pojok Prestasi pagelaran).